Header Ads

Gerak Jalan Indah 2026: Bupati Natsir Ali dan Narasi Persatuan di Bawah Langit Benteng

Sinar matahari pagi di Kota Benteng baru saja membasuh aspal di depan Gedung Dekranasda saat derap langkah serempak mulai memecah keheningan. Dengan seragam warna-warni yang mencolok dan formasi yang presisi, ratusan pelajar berdiri tegak, menanti aba-aba dengan napas yang teratur. Di udara, aroma khas pesisir Selayar bercampur dengan semangat yang meluap dari ribuan pasang mata yang telah memadati setiap jengkal trotoar sejak fajar menyingsing.

Selayar.my.id - Senin, 10 Agustus 2026, menjadi saksi betapa semaraknya perayaan Hari Ulang Tahun ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia di Kabupaten Kepulauan Selayar. Bupati H. Muh. Natsir Ali secara resmi membuka ajang Gerak Jalan Indah, sebuah tradisi tahunan yang bukan sekadar parade fisik, melainkan manifestasi kolektif akan kedisiplinan dan rasa cinta tanah air. Di tengah dinamika pembangunan daerah, kegiatan yang berpusat di Lapangan Pemuda Benteng ini menjadi momentum krusial bagi pemerintah kabupaten untuk merajut kembali simpul persatuan dan gotong royong di wilayah kepulauan paling selatan Sulawesi ini.

Didampingi jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) dan para pimpinan OPD, Bupati Natsir Ali mengangkat bendera start tepat pukul 08.30 WITA. Suasana seketika berubah menjadi lautan energi saat irama drumband mulai berdentum. "Gerak Jalan Indah bukan sekadar kegiatan untuk memeriahkan HUT Kemerdekaan, tetapi juga menjadi momentum untuk mempererat persatuan, kebersamaan, kedisiplinan dan semangat gotong royong kita semua," ujar Natsir Ali dalam sambutannya yang disambut riuh tepuk tangan warga. Beliau menegaskan bahwa esensi kemerdekaan di era modern adalah kontribusi nyata bagi kemajuan daerah.

Berdasarkan data panitia pelaksana, antusiasme tahun ini menunjukkan peningkatan signifikan dengan melibatkan puluhan pasukan dari berbagai jenjang pendidikan. Untuk tingkat SD, tercatat sebanyak 24 pasukan gerak jalan dan 11 pasukan drumband yang berpartisipasi. Sementara itu, tingkat SLTP mengirimkan 13 pasukan gerak jalan dan 6 drumband, disusul tingkat SLTA dengan 16 pasukan gerak jalan serta 8 kelompok drumband. Kehadiran ribuan pelajar ini mengubah jalanan protokol menjadi panggung seni gerak yang dinamis.

Para peserta menyusuri rute strategis, mulai dari Jalan Jenderal Sudirman menuju Jalan Kelapa, melintasi Jalan Ki Hajar Dewantara dan Jalan R.W. Monginsidi, sebelum akhirnya kembali ke titik akhir di Lapangan Pemuda. Di sepanjang rute tersebut, masyarakat tidak hanya disuguhi ketangkasan baris-berbaris, tetapi juga berbagai formasi kreatif dan atraksi yang mengundang decak kagum. Di panggung kehormatan, Bupati bersama para pejabat daerah tampak memberikan apresiasi tinggi terhadap setiap regu yang melintas, sembari sesekali melambaikan tangan kepada warga yang membanjiri titik-titik rute.

Pengamanan ketat dari personel Polres Kepulauan Selayar bersama instansi terkait memastikan alur kegiatan tetap tertib meski kepadatan massa mencapai puncaknya di siang hari. Kehadiran masyarakat yang membeludak menunjukkan bahwa perayaan kemerdekaan tetap menjadi magnet sosial yang kuat bagi warga Selayar, menghidupkan denyut ekonomi lokal di sekitar area lomba sekaligus memperkuat identitas kebangsaan di tingkat akar rumput.

Saat matahari mulai meninggi dan barisan terakhir kembali ke Lapangan Pemuda, pesan Bupati Natsir Ali tetap menggema: bahwa kemerdekaan harus diisi dengan karya dan pengabdian. Di balik ayunan tangan yang seragam dan hentakan kaki yang berirama hari itu, tersimpan harapan besar bahwa kedisiplinan para patriot muda Selayar adalah fondasi kokoh bagi masa depan kabupaten yang lebih maju, berdaulat, dan tetap menjunjung tinggi sportivitas dalam setiap langkah pembangunan.(ib)
Powered by Blogger.