Bawaslu Resmikan IKU 38 Provinsi: Komitmen Nyata Pengawasan Pemilu Terukur dan Akuntabel
JAKARTA, SELAYAR.MY.ID – Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) RI resmi menandatangani Indikator Kinerja Utama (IKU) Pengawas Pemilu bersama 38 Bawaslu Provinsi di seluruh Indonesia. Langkah strategis ini menegaskan komitmen Bawaslu untuk mewujudkan sistem pengawasan yang terukur, akuntabel, dan tidak sekadar formalitas di atas kertas.
Anggota Bawaslu RI, Herwyn JH Malonda, menegaskan bahwa keterlibatan aktif jajaran Bawaslu Provinsi dalam penyusunan dan penandatanganan IKU ini menjadi catatan sejarah baru bagi kelembagaan.
"Kita melaksanakan sejumlah rangkaian ikhtiar untuk mewujudkan Bawaslu yang benar, akuntabel, dan kerja-kerjanya bisa terukur secara jelas nantinya," ujar Herwyn dalam penutupan acara Penandatanganan IKU Pengawas Pemilu untuk Pemilu Tahun 2026 di Jakarta, Selasa malam (4/8/2026).
Herwyn meminta seluruh jajaran Bawaslu, hingga ke tingkat Kabupaten/Kota, untuk mampu menjadi teladan bagi para staf maupun sesama pimpinan. Terlebih lagi, seluruh kinerja pengawasan kini terintegrasi secara terbuka melalui aplikasi digital.
"Saya harap seremoni ini diniatkan untuk Tuhan, bangsa, dan negara. Kita adalah pelopor, sehingga saya berharap kita konsisten melaksanakan kerja-kerja pengawasan termasuk di masa non-tahapan pemilu—dengan menjaga efisiensi," tegasnya.
Ia menjelaskan bahwa IKU dirancang agar setiap pelaksanaan tugas pengawasan dapat diukur secara objektif, terstruktur, dan berorientasi pada hasil (outcome). Dengan demikian, kinerja pengawasan mampu memberikan dampak nyata bagi kualitas demokrasi, bukan sekadar menggugurkan kewajiban administratif semata.
Dalam implementasinya, Herwyn menjabarkan adanya keterkaitan fungsional antara IKU dan sistem Pemantauan-Evaluasi Elektronik (E-Monev). Kedua instrumen ini dirancang saling melengkapi untuk memperkuat pengawasan.
"Setiap ikhtiar ini kiranya dapat menunjang kinerja kelembagaan secara keseluruhan. Mari bergerak bersama untuk melakukan pekerjaan dan pengabdian terbaik demi mewujudkan demokrasi yang berkualitas," pungkas Herwyn.

Post a Comment